Gaza Palestina Suatu Solusi Radikal

Posted: 6 Maret 2010 in Lainnya
Tag:, , ,

GAZA PALESTINA SUATU SOLUSI RADIKAL

Gencatan senjata antara Israel dan Hammas telah berlangsung dan pertempuran mereda.Walaupun serangan sporadis masih saja terjadi. Penghancuran dan pencabutan nyawa anak manusia akibat peperangan sudah terjadi dan 1300 lebih nyawa tak akan kembali Seribu tigaratus lebih umat manusia tewas dan lima ribu lebih luka bahkan kemungkinan cacat seumur hidup akibat pembantaian oleh mahluk sesamanya. Seharusnya hal ini secara akal sehat sudah tidak boleh terjadi lagi pada abad 21 dimana manusia modern sudah bisa berpikir lebih rasional dan jernih serta memiliki karsa yang lebih mulia dibandingkan masyarakat barbar serta kanibal yang hidup beberapa abad yang lalu. PBB pun dalam kenyataanya sudah tidak berdaya menghadapi tindakan brutal Israel menindas bangsa Palestina. Sejarah membuktikan sudah lebih dari 60 tahun berlalu terjadi konflik antara kedua bangsa ini. Tanpa bermaksud untuk menyudutkan suatu pihak, apakah tidak ada jalan lain untuk mengakhiri konflik abadi ini? Apakah sudah ada ide atau pemikiran baru untuk solusi masalah ini? Lalu berapa ribu lagi nyawa yang akan melayang sia sia pada masa yang akan datang? Beberapa negara Arab dan Eropa termasuk juga Indonesia telah memberikan bantuan medis / obat obatan dan makanan kepada pendududk Gaza, bahkan rencana lebih lanjut negara negara donatur akan memberi bantuan rehabilitasi terhadap infrastruktur dan bangunan bangunan perumahan yang telah hancur bagi penduduk Gaza. Suatu pemikiran yag mulia, tetapi apakah sudah dipikirkan lebih lanjut kedepan bahwa konflik peperangan tidak akan berulang lagi? Dan akibatnyapun sudah dapat diduga yaitu penderitaan, kematian dan kehancuran yang berulang ulang lagi. Salah satu jalan pemikiran radikal untuk mengakhiri konflik abadi ini adalah dengan jalan memisahkan atau menjauhkan kedua bangsa tersebut secara geografis dari wilayah Gaza atau Palestina. Wilayah Gaza dikosongkan dan diawasi oleh PBB sampai batas yang tidak ditentukan. Namun secara Legalitas wilayah Gaza tetap milik bangsa Palestina. Pernahkah terpikirkan oleh kita apabila ada salah satu negara di dunia ini ataupun kalau perlu negara kita sendiri Indonesia berbaik hati “menghibahkan’ sebagian kecil wilayahnya kepada bangsa Palestina untuk ditampung untuk jangka waktu yang cukup lama menempati wilayah Indonesia. ? Menurut penjelasan Wapres Yusuf Kalla dalam suatu wawancara di Metrro TV bahwa Indonesia memiliki kurang lebih 17.000 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan hanya kurang lebih 3.000 pulau yang berpenghuni. Berarti ada kurang lebih 14.000 pulau pulau kecil yang belum berpenghuni atau dimanfaatkan dari segi manfaat ekonomis maupun demografisnya. Berdasarkan sifat religious bangsa kita yang suka menolong terhadap sesamanya maka tidak ada salahnya kalau kita mencoba menawarkan kepada bangsa Palestina khususnya yang tinggal di Gaza untuk menempati beberapa pulau kosong tersebut, namun tetap dalan kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya bersifat penampungan tetapi dalam jangka yang lama, mungkin 10 atau 30 tahun kedepan. Dana untuk pembangunan infrastruktur dan perumahan bagi penampungan tersebut dapat diperoleh dari bantuan PBB, negara negara Arab yang kaya maupun donatur lainnya dari Eropa. Namun permasalahan ini harus dikaji lagi lebih mendalam oleh pemerintah dan DPR kita baik dari segi positif maupun negatifnya. Pertimbangan positif : Dengan wilayah geografis yang berjauhan, akan menjauhkan konflik phisik antara Palestina dan Israel, dan Indonesia telah berjasa ikut memelihara perdamaian dunia dalam jangka yang panjang. Kemungkinan peningkatan perputaran roda perekonomian dan naiknya devisa serta penyerapan tenaga kerja. Pemerataan pembangunan di wilayah terpencil. Penambahan penduduk dari bangsa Paslestina dengan SDM yang religius, pantang menyerah, dan relatif cerdas. Citra indonesia yang luhur akan meningkat di dunia Internasional. Pertimbangan Negatif : Penduduk Indoesia akan bertambah sekitar 1,4 juta jiwa yang berasal dari bangsa Palestina. Maka hal ini harus dikaji secara hati hati karena bisa berdampak positif maupun negatif, misalnya kemungkinan berkembangnya kaum militan maupun terorisme. Pemerintah Indonesia harus lebih waspada terhadap kemungkinan kemungkinan bahaya sampingan seperti kemungkinan terorisme dsb Tetapi seharusnya terorisme tidak boleh terjadi karena apa mungkin “Air susu akan dibalas dengan air tuba?” Pertimbangan terakhir adalah apakah penawaran ini bisa diterima oleh mayoritas bangsa kita ?. Dan juga apakah Bangsa Palestina yang tinggal di Gaza saat ini bersedia dengan suka rela meninggalkan tanah airnya dan pindah ke Indonesia? Mudah mudahan pemikiran ini dapat dijadikan pertimbangan. untuk perdamaian dunia dimasa depan.

Komentar
  1. masamudamasakritis mengatakan:

    wallahi….lemahnya israel bagaikan rumah laba-laba, yg dengan mudah kita menghancurkannya. save palestina..!! wallahi billahi kejam \nya israel…..sumpah kalau kita diam atas semua ini, maka tak ada bedanya kita ama hewan yg paling hina diantara hewan yang lainnya, dan bahkan lebih hina…g masuk akal tindakan israel terhadap palestina.
    kami juga nulis artikel tentang palestina. judulnya “aku anak palestina” dan “The Boy in the Striped Pyjamas” liat aja di sini lngng klik aja
    http://masamudamasakritis.wordpress.com/
    jgn lupa tinggalkan komentar juga ya…!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s